Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

What if Teaching Instead of Questioning? Does Everything Become Easy?

Pernahkah merasa bahwa orang lain tidak memahami kita, padahal memiliki intensitas. Kita berharap orang yang mengenal kita paham meski tak berbicara. Lalu bagaimana mereka tau? Apa mereka ini perlu menjadi cenayang dulu? Awkawk.. Tapi ya, aku juga suka menuntut orang-orang terdekatku, karena ekspetasiku mereka bisa menggunakan intuisinya atau kebiasaan yang kulakukan. Tentu itu salah, dan tidak seharusnya begitu. Sampai dimana aku memahami diri sendiri dan mencoba kencan dengan diri sendiri entah makan, nonton, belajar, atau belanja. Aku menyadari bahwa tidak ada yang lebih mengenalku selain diriku. Disanalah ekspetasiku terhadap orang-orang mulai mengecil. Begitu juga dengan harapan-harapan seperti "mereka pasti mengerti, memaafkan, menerima" Kata Harusnya dan Pasti adalah kata kuncinya. Sekarang ini, ketika aku sudah bisa memasang batas dan mengerti kebutuhanku, tuntutan itu berubah menjadi pengajaran. Kupikir, jika memang aku ingin mendapatkan perlakuan yang sesuai kein...

Who am I Without Kind People Around Me?

Kita hidup di muka bumi ini tentu penuh dengan hiruk pikuk dan bertemu dengan bermacam-macam orang. Sebagai manusia yang sedang berjuang hidup, ini menjadi tidak mudah ketika terkadang kita dihadapkan sebuah masalah yang tidak diprediksi kemunculannya. Ya, beginilah kehidupan, terkadang semaksimal mungkin kita mengantisipasi sebuah kemungkinan, pasti akan ada kemungkinan buruk yang terjadi.  Dan sebagai manusia, kita hanya bisa mengusahakan Setiap manusia dilahirkan menjadi makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia lain. Terlepas dari introvert, ekstrovert atau mungkin ambivert? dalam proses kehidupan ini kita tetap butuh bantuan yang lain. Tapi bukan berarti jadi manusia yang terlalu bergantung yaa.. Bahkan dari sesuap nasi yang kita makan ini ada proses ibu memasak nasi, penjual memasarkan berasnya, petani menanam padi. Semua orang terlibat dan berperan penting didalamnya. Kalau sudah sejauh ini,  Yang Kuasa pasti punya alasan tersendiri dibaliknya.  Meski demikian...

MAYBE I CALLED THIS SURVIVE MODE

Gambar
Katanya menjadi dewasa itu menyenangkan ya? sebuah angan-angan yang selalu kita dambakan saat ditegur orang tua karena memecahkan barang dan kita dibandingkan dengan anak tetangga. Ingin rasanya kabur  dari rumah dan membawa seluruh barang yang kita  punya termasuk boneka panda? ahaha. Kita melihat orang-orang berusia 20-an yang bebas pulang malam, pergi kemanapun, membeli apapun yang dimau sedangkan kita? uang saku 5 ribu saat SMP? what is this! But time go so fast.. sekarang kita sudah memasuki fase dewasa itu. Menjadi seorang pekerja, seorang istri atau suami, atau lainnya. Kita sudah menjadi manusia yang dianggap keren, bebas, dan menyenangkan itu bukan? Tapi benarkah begitu? aku yakin tak hanya aku yang mentertawakan relita mimpi ini. Ya beginilah kehidupan bukan.. terus bertambah usia dan berkembang. Kurasa fase ini memang tidak bisa dielak, mau tidak terima seperti apapun kehidupan tetap berjalan, hari hari terus berganti tanpa diminta. Hanya atas keinginan Yang Maha ...

Bertumbuh itu Sakit Tapi Begitulah Hidup

Mengapa kita hidup?  Mengapa ini terjadi?  Mengapa aku harus terus berusaha? Pertanyaan itu pernah terpikirkan saat usiaku 20 tahun. Aku merasa dunia selalu memaksaku terus naik level,  terus berusaha walaupun berdarah darah.  Lalu apakah pertanyaan itu sudah selesai sekarang?  Jawabannya belum.  Aku masih sering tidak terima dengan segala yang terjadi padaku Lalu apa perkembanganmu? Sementara itu terjadi sudah 3 tahun lalu.  Aku adalah pemerhati lingkungan,  aku senang melihat orang orang beraktivitas. Dan itu membuatku menyimpulkan,  ya memang begini manusia didesain, untuk menjadi sesuatu yang lebih dan lebih lagi.   Awal mulanya aku bermasalah dengan relasi.  Aku selalu merasa aku berusaha semaksimal mungkin,  tapi orang orang tidak melakukan itu. No no i am not judge them.  I've been people pleaser .  Syukurnya aku mulai berpikir bahwa itu menyiksaku dan singkat cerita aku tumbuh menjadi pribadi yang sekaran...